Sejarah Bola tangan di Indonesia – Permainan handball diperkenalkan pada tahun 1890 oleh seorang bernegara Jerman bernama Konrad Koch. Sebelum itu, handball atau bola tangan dikenal sebagai “Urania”.

Menurut sejarah bola tangan aturan handball modern diumumkan di Jerman pada tanggal 29 Oktober 1917 oleh Max Heiser, Karl Schlenz dan Erich Konigh. Ada beberapa modifikasi sejak permainan handball internasional pertama diadakan yakni khusus permainan laki-laki pada tahun 1925 dan perempuan pada tahun 1930.

Pada Olimpiade Berlin 1936, berkompetisi dalam olahraga luar ruangan untuk pertama kalinya. Dalam kompetisi indoor, handball pertama kali dimainkan pada Olimpiade di Muenchen 1972 dan Olimpiade 1976 divisi pria dan wanita ditambahkan.

Selama Perang Dunia II, Federasi Bola Tangan Internasional mengadakan pertandingan untuk pria pada tahun 1938 setiap 3 atau 4 tahun sekali. Sementara itu, kejuaraan wanita diadakan pada tahun 1957.

Sejak tahun 1995, kompetisi telah diadakan di Islandia setiap 2 tahun. Pada tahun 2009, Federasi Bola Tangan Internasional (IHF) menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Junior Pria dan Wanita. 166 anggota federasi dan total 795.000 tim dan 19 juta pemain.

Pengembangan Sejarah Bola Tangan Indonesia

Menurut sejarah bola tangan di Indonesia pertandingan bola tangan digelar sejak dari hari-hari koloni Belanda, tetapi hanya sedikit orang yang tahu tentang permainan bola tangan ini.

Oleh karena itu menurut sejarah bola tangan di Indonesia, dulunya olahraga bola tangan ini masih dianggap baru bagi masyarakat Indonesia.

Indonesia adalah satu negara dengan pengembangan olahraga bola tangan yang lama dan membutuhkan kecepatan, koordinasi dan kekuatan untuk mengembangkan permainan ini.

Menurut sejarah bola tangan di Indonesia pada saat Asian Games 1974 di Teheran, Federasi Bola Tangan Asia secara resmi didirikan di Kuwait pada tahun 1978. Namun, Indonesia belum memiliki organisasi holding untuk mewakili olahraga handball.

Sementara itu, Asosiasi Bola Tangan Indonesia didirikan oleh Arie Ariotedjo pada tanggal 16 Agustus 2007. ABTI memiliki 16 pengurus provinsi lokal, 9 di antaranya aktif tersebar di sebuah pulau besar. Di antaranya, Indonesia adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Ajarkan tidak hanya prestasi saja, tetapi ABTI juga membahas masalah pembinaan untuk pemain dan mempopulerkan kembali handball. Salah satunya adalah memperkenalkan olahraga handball di usia muda.

Menurut sejarah bola tangan di Indonesia pada Kejuaraan PON ke-7, handball dimasukkan di Jakarta pada tahun 1951, dengan hanya 4 kelompok yang berpartisipasi di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pekan Atletik Pelajar atau POM-5 Permainan handball di Medan pada tahun 1960 telah dihapus dari daftar olahraga karena dianggap rawan perkelahian.

Indonesia adalah tuan rumah dan pada tahun 2017 acara handball yang disebut Putri VII (Women’s Youth Handball Asian Championship) diadakan di GOR Popki di Cibubur. Itu diikuti oleh negara tetangga Korea selatan, Cina, Jepang, Hong Kong, Uzbekistan dan Kazakhstan.

Pertandingan ini dimenangkan oleh Korea Selatan mengalahkan saingan utama Jepang 34-20, Korea Selatan membawa pulang medali emas, Jepang membawa medali perak, dan tim China memenangkan medali untuk Perunggu.

Indonesia kalah 62-12 saat melawan Uzbekistan. Pada pertandingan kedua, Kazakhstan menang 40-8 melawan Hong Kong.

Menurut sejarah bola tangan di Indonesia hal ini karena Indonesia masih baru dalam dunia bola tangan, jadi untuk kedepannya ABTI masih memiliki banyak tugas yang cukup membantu dalam pengembangan permainan handball. Salah satunya mendatangkan wasit dan pelatih dari luar negeri untuk melatih pemain Indonesia.

Pada Asian Games 2018, tim bola tangan nasional putra kalah 17-40 dari Hong Kong pada 13 Agustus 2018 di Gor Popki di Cibubur.

Dengan dukungan suporter Indonesia, anggota tim Indonesia bermain sangat percaya diri dengan mendominasi pertandingan.

Wakil Presiden ABTI Amarta Imron akan kembali mempopulerkan olahraga bola tangan di PON Papua 2020.

Tidak banyak bidang dan itu sulit. Mencari lokasi latihan menjadi kendala, dan satu-satunya tempat saat ini adalah GOR Popki Jakarta.

Handball di Indonesia sudah terkenal di kalangan pelajar dari SD hingga SMA, dan telah menjadi salah satu olahraga yang diajarkan.

Itulah yang bisa Anda lihat sekilas pada sejarah bola tangan di Indonesia. Setelah itu, saya berharap olahraga handball di Indonesia akan semakin berkembang dan populer, sehingga akan mencapai lebih dari sebelumnya.

Share your love